Jumat, 28 November 2014

CLOUD COMPUTING




 CLOUD COMPUTING




  1.   Pengertian Cloud Computing
  Cloud Computing adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer (komputasi) dan pengembangan berbasis internet (awan). Awan (cloud) adalah metafora dari internet sebagaimana awan yang sering digambarkan di diagram jaringan computer dan abstraksi dari infrastruktur kompleks yang disembunyikannya. Jadi, Cloud Computing adalah suatu metoda komputasi di mana kapabilitas terkait teknologi informasi disajikan sebagai suatu layanan,  sehingga pengguna dapat mengaksesnya lewat internet (di dalam awan) tanpa mengetahui apa yang ada didalamnya. Menurut IEEE Internet Computing, Cloud Computing adalah suatu paradigma di mana informasi secara permanen tersimpan di server di internet dan tersimpan secara sementara di komputer pengguna (client) termasuk desktop, komputer atau tablet, notebook, komputer tembok, handheld, sensor-sensor, monitor dan lain-lain



  1. Karakteristik Cloud Computing
1.       On-Demand Self-Services (swalayan)
            Sebuah layanan cloud computing harus dapat dimanfaatkan oleh pengguna melalui mekanisme swalayan dan langsung tersedia pada saat dibutuhkan. Campur tangan penyedia layanan adalah sangat minim. Jadi, apabila kita saat ini membutuhkan layanan aplikasi CRM (Customer Relationship Management), maka kita harus dapat mendaftar secara swalayan dan layanan tersebut langsung tersedia saat itu juga.
2.       Broad Network Access (akses pita lebar)
            Sebuah layanan cloud computing harus dapat diakses dari mana saja, kapan saja, dengan alat apa pun, asalkan kita terhubung ke jaringan layanan. Dalam contoh layanan aplikasi CRM di atas, selama kita terhubung ke jaringan Internet, saya harus dapat mengakses layanan tersebut, baik itu melalui laptop, desktop, warnet, handphone, tablet, dan perangkat lain.
3.       Resource Pooling (sumber daya terkelompok)
            Sebuah layanan cloud computing harus tersedia secara terpusat dan dapat membagi sumber daya secara efisien. Karena cloud computing digunakan bersama-sama oleh berbagai pelanggan, penyedia layanan harus dapat membagi beban secara efisien ,sehingga sistem dapat dimanfaatkan secara maksimal.
4.       Rapid Elasticity (elastis)
             Sebuah layanan cloud computing harus dapat menaikkan (atau menurunkan) kapasitas sesuai kebutuhan. Misalnya, apabila pegawai di kantor bertambah, maka kita harus dapat menambah user untuk aplikasi CRM tersebut dengan mudah. Begitu juga jika pegawai berkurang. Atau, apabila kita menempatkan sebuah website berita dalam jaringan cloud computing, maka apabila terjadi peningkatkan traffic karena ada berita penting, maka kapasitas harus dapat dinaikkan dengan cepat.

5.       Measured Service (layanan yang terukur)
            Sebuah layanan cloud computing harus disediakan secara terukur, karena nantinya akan digunakan dalam proses pembayaran. Harap diingat bahwa layanan cloud computing dibayar sesuai penggunaan, sehingga harus terukur dengan baik.

  1. Layanan Cloud Computing

1.       Infrastructure as a Service (IaaS)
                Infrastructure as a Service adalah layanan komputasi awan yang menyediakan infrastruktur IT berupa CPU, RAM, storage, bandwith dan konfigurasi lain. Komponen-komponen tersebut digunakan untuk membangun komputer virtual. Komputer virtual dapat diinstal sistem operasi dan aplikasi sesuai kebutuhan. Keuntungan layanan IaaS ini adalah tidak perlu membeli komputer fisik sehingga lebih menghemat biaya. Konfigurasi komputer virtual juga bisa diubah sesuai kebutuhan. Misalkan saat storage hampir penuh, storage bisa ditambah dengan segera. Perusahaan yang menyediakan IaaS adalah Amazon EC2, TelkomCloud dan BizNetCloud.

2.       Platform as a Service (PaaS)
   Platform as a Service adalah layanan yang menyediakan computing platform. Biasanya sudah terdapat sistem operasi, database, web server dan framework aplikasi agar dapat menjalankan aplikasi yang telah dibuat. Perusahaan yang menyediakan layanan tersebutlah yang bertanggung jawab dalam pemeliharaan computing platform ini. Keuntungan layanan PaaS ini bagi pengembang adalah mereka bisa fokus pada aplikasi yang mereka buat tanpa memikirkan tentang pemeliharaan dari computing platform. Contoh penyedia layanan PaaS adalah Amazon Web Service dan Windows Azure.

3.       Software as a Service (SaaS)
       Software as a Service adalah layanan komputasi awan dimana kita bisa langsung menggunakan aplikasi yang telah disediakan. Penyedia layanan mengelola infrastruktur dan platform yang menjalankan aplikasi tersebut. Contoh layanan aplikasi email yaitu gmail, yahoo dan outlook sedangkan contoh aplikasi media sosial adalah twitter, facebook dan google+. Keuntungan dari layanan ini adalah pengguna tidak perlu membeli lisensi untuk mengakses aplikasi tersebut. Pengguna hanya membutuhkan perangkat klien komputasi awan yang terhubung ke internet. Ada juga aplikasi yang mengharuskan pengguna untuk berlangganan agar bisa mengakses aplikasi yaitu Office 365 dan Adobe Creative Cloud.


  1. Macam-Macam Cloud Computing

1.       Public Cloud
   Public cloud adalah penerapan cloud computing untuk umum (publik). Public cloud disediakan oleh perusahaan-perusahaan penyedia layanan untuk semua pelanggan diseluruh dunia, jadi tidak terbatas untuk wilayah tertentu saja. Siapapun di seluruh dunia dapat memanfaatkan layanan ini. Perusahaan penyedia layanan memiliki pusat data (data center) raksasa yang tersebar diseluruh dunia. Semua pengguna dari seluruh dunia berbagi-pakai (sharing) sumber daya komputasi yang terdapat diseluruh pusat data ini. Adalah menjadi tanggung jawab penyedia layanan untuk menjamin seluruh pusat data akan selalu hidup 24 jam sehari, 7 hari seminggu, dan 365 hari setahun. Pengguna cukup menggunakan layanan dan melakukan pembayaran sesuai pemakaian. Apa kelebihan public cloud? kelebihan utamanya adalah pengguna tidak perlu melakukan investasi apapun untuk memanfaatkan cloud computing, selain koneksi ke internet. Pengguna cukup menghubungi jasa penyedia layanan dan meminta jenis layanan yang mereka butuhkan.

2.  Private Cloud
       Bertolak belakang dengan public cloud yang digunakan untuk umum, private cloud digunakan secara pribadi (private) oleh perusahaan atau pengguna tertentu. Private cloud diterapkan dengan menggunakan teknologi yang sama dengan public cloud, sehingga memiliki semua karakteristik cloud computing. Perbedaanya, private cloud dipasang pada pusat data milik perusahaan sendiri. Hal ini memungkinkan sebuah perusahaan memanfaatkan semua fasilitas cloud computing dilingkungan komputasi milik perusahaan tersebut. Selain pusat data milik sendiri, model private cloud juga dapat diterapkan dengan memanfaatkan pusat data milik perusahaan lain. Misalnya, dengan memanfaatkan layanan cloud computing yang disediakan oleh pihak ketiga. Apa kelebihan private cloud? Lokasi. Ada perusahaan atau organisasi yang terkait dengan aturan mengenai lokasi data mereka.

3.       Hybrid Cloud
       Melihat kelebihan public cloud dan private cloud tersebut, timbul pertanyaan mana yang terbaik? dan apakah pengguna memang harus memilih keduanya? mengapa tidak menggabungkan kelebihan masing-masing? Ada pilihan ketiga, hybrid cloud. Hybrid cloud adalah penggabungan pemanfaatan public cloud dan private cloud oleh pengguna. Sebagai contoh, sebuah perusahaan dapat menempatkan email mereka di public cloud sekaligus di private cloud. Untuk karyawan yang sehari-hari selalu berada dilingkungan kantor, email mereka dapat ditempatkan pada private cloud. Sementara email di public cloud dapat digunakan oleh karyawan yang sering berada diluar kantor sehingga lebih mudah diakses. 
       Melihat ketiga pilihan tersebut, calon pengguna akan kesulitan menentukan pilihan yang terbaik. Keputusan yang tidak tepat dapat merugikan pengguna baik dari sisi keuangan maupun waktu, mengingat pemanfaatan cloud computing membutuhkan waktu dan biaya. Oleh karena itu, calon pengguna harus menciptakan strategi dan melakukan perencanaan cloud computing yang mendalam dan berjagka panjang.

  1. Cara Kerja Cloud Computing 
         Dengan Cloud Computing, komputer lokal tidak lagi harus menjalankan pekerjaan komputasi berat untuk menjalankan aplikasi yang dibutuhkan, tidak perlu menginstal sebuah paket perangkat lunak untuk setiap komputer. Kita hanya melakukan installasi operating system pada satu aplikasi. Ketika pengguna mengakses awan (internet) untuk sebuah website populer, banyak hal yang bisa terjadi. Pengguna internet protokol (IP) misalnya dapat digunakan untuk menetapkan dimana pengguna berada (geolocation). Domain Name System (DNS) jasa kemudian dapat mengarahkan pengguna ke sebuah cluster server yang dekat dengan pengguna sehingga situs bisa diakses dengan cepat dan dalam bahasa lokal mereka. Pengguna tidak login ke server, tetapi mereka login ke layanan mereka menggunakan id sesi atau cookie yang telah didapatkan yang disimpan dalam browser mereka. . Apa yang user lihat pada browser biasanya datang dari web server. Webservers menjalankan perangkat lunak dan menyajikan pengguna dengan cara interface yang digunakan untuk mengumpulkan perintah atau instruksi dari pengguna (klik, mengetik, upload dan lain-lain) Perintah-perintah ini kemudian diinterpretasikan oleh webservers atau diproses oleh server aplikasi. Informasi kemudian disimpan pada atau diambil dari database server atau file server dan pengguna kemudian disajikan dengan halaman yang telah diperbarui. Data di beberapa server disinkronisasikan di seluruh dunia untuk akses global cepat dan juga untuk mencegah kehilangan data.

  1. Implementasi Cloud Computing
Ada tiga poin utama yang diperlukan dalam implementasi cloud computing, yaitu :
1. Computer front end
    Biasanya merupakan computer desktop biasa.

2. Computer back end
    Computer back end dalam skala besar biasanya berupa server computer yang dilengkapi dengan data center dalam rak-rak besar. Pada umumnya computer back end harus mempunyai kinerja yang tinggi, karena harus melayani mungkin hinggga ribuan permintaan data.

3. Penghubung antara keduanya
    Penghubung keduanya bisa berupa jaringan LAN atau internet.


  1. Implementasi Cloud Computing dalam pemerintahan (E-Goverment)
       Cloud Computing dalam pemerintahan (E-Goverment) dapat mendongkrak kinerja khususnya dalam bidang pemerintahan. E-Goverment dapat membantu para staff di bidang pemerintahan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik ke masyarakat. Pemerintah dalam negara Indonesia telah menggunakan cloud computing. Contoh pertama yaitu sebagai penyediaan sumber informasi. Badan Pengkajian Dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah menyediakan layanan Cloud Computing sebagai layanan jasa alih daya pengelolaan TIK untuk instansi pemerintah. Layanan ini bertujuan untuk dapat mewujudkan percepatan egoverment, karena memungkinkan pengguna pemerintah berkonsentrasi dalam memberikan layanan dan tidak dipusingkan dengan konfigurasi maupun pemeliharan perangkat teknologi informasi.

  1. Masalah yang Dihadapi
       Dunia komputasi awan merupakan dunia baru karena tidak semua orang mengetahui teknologi baru tersebut. Karena masih baru tersebut muncul beberapa masalah dalam pengenalannya ke dunia luar. Contohnya komputasi awan merupakan sarana penyimpanan data melalui jaringan internet maka internet wajib bagi pemakai komputasi awan apabila terjadi masalah dalam internet maka akan menyebabkan komputer tersebut menjadi lambat karena proses yang terlalu lama. Masalah lain adalah jika suatu perusahaan menggunakan komputasi awan dalam penyimpanan datanya maka akan sangat tergantung pada vendor (penyedia layanan komputasi awan) karena perusahaan tersebut tidak mempunyai server langsung dalam komputasi awan dan juga apabila vendor mempunyai layanan backup yang buruk atau server pada vendor rusak akan menyebabka kerugian besar pada perusahaan tersebut karena semua data yang tersimpan pada vendor akan mengalami masalah. Jika ingin menggunakan komputasi awan juga harus tersedia bandwidth yang besar karena data yang keluar masuk dalam sebuah akun tidak sedikit, maka dari itu dibutuhkan bandwidth yang berukuran besar agar mampu menampung data yang ditransfer. Masalah keamanan dan privasi menjadi masalah baru karena jika kita sudah meletakkan suatu data dalam internet maka itu bisa dilihat oleh masyarakat luas apabila data tersebut sangat rahasia maka bisa menyebabkan kefatalan dalam mengelola sesuatu. Selain itu belum banyak dukungan dari berbagai pihak karena beberapa masalah dalam komputasi awan. Beberapa masalah yang timbul disebabkan karena masih barunya teknologi komputasi awan dalam penyimpanan sebuah data dalam internet. Masalah lain yang dapat timbul selain diatas adalah dengan banyak para peretas yang muncul dari berbagai dunia dalam meretas internet membuat vendor harus berhati-hati dalam mengelola sumber daya yang dipakai dalam komputasi awan.

    I.  Manfaat Cloud Computing

1.  Semua Data Tersimpan di Server Secara Terpusat
     Pengguna dapat menyimpan data secara terpusat di satu server berdasarkan layanan yang disediakan oleh penyedia layanan Cloud Computing itu sendiri. Selain itu, pengguna juga tak perlu repot repot lagi menyediakan infrastruktur seperti data center, media penyimpanan/storage dll karena semua telah tersedia secara virtual.
2.  Keamanan Data
     Keamanan data pengguna dapat disimpan dengan aman lewat server yang disediakan oleh penyedia layanan Cloud Computing seperti jaminan platform teknologi, jaminan ISO, data pribadi, dll.
3.  Fleksibilitas dan Skalabilitas yang Tinggi
     Teknologi Cloud menawarkan fleksibilitas dengan kemudahan data akses, kapan dan dimanapun kita berada dengan catatan bahwa pengguna (user) terkoneksi dengan internet. Selain itu, pengguna dapat dengan mudah meningkatkan atau mengurangi kapasitas penyimpanan data tanpa perlu membeli peralatan tambahan seperti hardisk. Bahkan salah satu praktisi IT kenamaan dunia, mendiang Steve Jobs mengatakan bahwa membeli memori fisik untuk menyimpan data seperti hardisk merupakan hal yang percuma jika kita dapat menyimpan nya secara virtual/melalui internet.
4.  Aksesibilitas
     Kita bisa mengakses data kapanpun dan dimanapun kita berada, asal kita terkoneksi dengan internet, sehingga memudahkan kita mengakses data disaat yang penting.
5.  Kreasi
     Para user bisa melakukan/mengembangkan kreasi atau project mereka tanpa harus mengirimkan project mereka secara langsung ke perusahaan, tapi user bisa mengirimkan nya lewat penyedia layanan cloud computing.
6.  Kecemasan
     Ketika terjadi bencana alam data milik kita tersimpan aman di cloud meskipun hardisk atau gadget kita rusak.
7.  Investasi Jangka Panjang
     Penghematan biaya akan pembelian inventaris seperti infrastruktur, hardisk, dll akan berkurang dikarenakan pengguna akan dikenakan biaya kompensasi rutin per bulan sesuai dengan paket layanan yang telah disepakati dengan penyedia layanan Cloud Computing. Biaya royalti atas lisensi software juga bisa dikurangi karena semua telah dijalankan lewat komputasi berbasis Cloud.


  
     J. Kelebihan dan Kekurangan Cloud Computing

Kelebihan
1.  Reduced Cost
     Penggunaan teknologi cloud menghemat biaya dan lebih efisien dikarenakan
menggunakan anggaran yang rendah untuk sumber daya dari sebuah organisasi dan juga Cloud Computing membantu dalam menekan biaya operasi yang dikeluarkan oleh sebuah organisasidalam rangka meningkatkan reability dan kritikan sistem yang dibangun.
2.  Increased Storage
     Sebuah Organisasi yang menggunakan Teknologi Cloud Computing dapat menyimpan data lebih banyak dibandingkan pada private computer.
3.  Highly Automated
     Seorang developer tidak perlu khawatir terhadap software agar tetap up to date.
4.  Flexibility
     Cloud computing menawarkan lebih banyak lagi flexsibilitas dari metode computing yang lama dan dengan mudah dapat berorientasi pada profit dan perkembangan yang cepat berubah.
5.  More Mobility
     Organisasi yang mempunyai pegawai/pengguna dapat mengakses informasi dimanapun mereka berada. Cloud dapat membuat manajemen dan operasional lebih gampang karena sistem pribadi atau organisasi yang terkoneksi dalam satu cloud sehingga dapat dengan mudah untuk memonitor dan mengaturnya.
6.  Allows IT to Shift Focus
     Sebuah organisasi tidak perlu lagi mengkhawatirkan server yang harus di update dan isucomputing lainnya.

Kelemahan
1.  Memerlukan koneksi internet yang konstan.
     Jika tidak memiliki koneksi internet maka mustahil bagi Anda yang ingin menggunkan sistem tersebut.
2.  Tidak dapat bekerja dengan koneksi internet yang lambat.
     Sebuah koneksi internet yana lambat seperti layanan dial-up, dapat membuat cloud computing menjadi kurang bagus dan hampir mustahil untuk dilakukan. Applikasi webbase memerlukan banyak bandwith untuk menjalankannya. Jika memiliki bandwith yang kecil akan sangat lama sekali bagi Anda untuk mengganti sebuah halaman situs kehalaman yang lainnya.
3.  Dapat melambat.
     Bahkan walaupun telah menggunakan koneksi internet yang cepat sekalipun applikasi berbasis web kadang bisa menjadi lambat untuk di akses, sama saja seperti aplikasi lain yang Anda gunakan pada komputer, karena proses pengiriman informasi sebuah program dari interface ke pusat apalagi di lakukannya di cloud bisa saja mendapatkan beberapa gangguan.
4.  Privacy.
     Data yang dimasukkan ke provider mungkin bisa terbaca oleh perusahaan lain tanpa sepengetahuan kita.
5.  Data Ownership.
     Adanya kemungkinan hilangnya kepimilikan data yang kita masukkan ke provider.


K. Contoh Cloud Komputing
     
 Google Drive
      Layanan penyimpanan online yang dimiliki google. Google Drive diluncurkan pada tanggal 24 April 2012. Sebenarnya Google Drive merupakan pengembangan dari google docs. Google Drive memberikan kapasitas penyimpanan sebesar 5GB kepada setiap penggunanya. Kapasitas tersebut dapat ditambahkan dengan melakukan pembayaran atau pembelian Storage. Penyimpanan file di Google Drive dapat memudahkan pemilik file dapat mengakses file tersebut kapanpun dan dimanapun dengan menggunakan komputer dekstop,laptop,komputer tablet ataupun smartphone.

 Windows Azure
      Windows azure adalah sistem operasi yang berbasis komputasi awan, dibuat oleh microsoft untuk mengembangkan dan mengatur aplikasi serta melayani sebuah jaringan global dari Microsoft Data Centers. Windows Azure yang mendukung berbagai macam bahasa dan alat pemograman. Sistem operasi ini dirilis pada 1 Februari 2010.


DEWI SARTIKA NADEAK
C1C013006
AKUNTANSI A 








Sabtu, 15 November 2014

Comunication



Peranan Komunikasi Informal
    Dalam suatu organisasi baik yang berorientasi komersial maupun sosial, tindak komunikasi dalam organisasi atau lembaga tersebut akan melibatkan empat fungsi, yaitu:

1.  Fungsi informatif

Organisasi dapat dipandang sebagai suatu sistem pemrosesan informasi (information-processing system).  Maksudnya, seluruh anggota dalam suatu organisasi berharap dapat memperoleh informasi yang lebih banyak, lebih baik dan tepat waktu.

Informasi yang didapat memungkinkan setiap anggota organisasi dapat melaksanakan pekerjaannya secara lebih pasti informasi pada dasarnya dibutuhkan oleh semua orang yang mempunyai perbedaan kedudukan dalam suatu organisasi.  Orang-orang dalam tataran manajemen membutuhkan informasi untuk membuat suatu kebijakan organisasi ataupun guna mengatasi konflik yang terjadi di dalam organisasi.  Sedangkan karyawan (bawahan) membutuhkan informasi tentang jaminan keamanan, jaminan sosial dan kesehatan, izin cuti dan sebagainya.

2.  Fungsi Regulatif

Fungsi regulatif ini berkaitan dengan peraturan-peraturan yang berlaku dalam suatu organisasi.  Pada semua lembaga atau organisasi, ada dua hal yang berpengaruh terhadap fungsi regulatif ini, yaitu:

  1. atasan atau orang-orang yang berada dalam tataran manajemen yaitu mereka yang memiliki kewenangan untuk mengendalikan semua informasi yang disampaikan.  Disamping itu mereka juga mempunyai kewenangan untuk memberikan instruksi atau perintah, sehingga dalam struktur organisasi kemungkinan mereka ditempatkan pada lapis atas (position of authority) supaya perintah-perintahnya dilaksanakan sebagaimana semestinya.  Namun demikian, sikap bawahan untuk menjalankan perintah banyak bergantung pada:
    1. keabsahan pimpinan dalam penyampaikan perintah
    2. kekuatan pimpinan dalam memberi sanksi
    3. kepercayaan bawahan terhadap atasan sebagai seorang pemimpin sekaligus sebagai pribadi
    4. tingkat kredibilitas pesan yang diterima bawahan.
  2. berkaitan dengan pesan atau message.  Pesan-pesan regulatif pada dasarnya berorientasi pada kerja.  Artinya, bawahan membutuhkan kepastian peraturan-peraturan tentang pekerjaan yang boleh dan tidak boleh untuk dilaksanakan.

3. Fungsi Persuasif

Dalam mengatur suatu organisasi, kekuasaan dan kewenangan tidak akan selalu membawa hasil sesuai dengan yang diharapkan.  Adanya kenyataan ini, maka banyak pimpinan yang lebih suka untuk mempersuasi bawahannya daripada memberi perintah.  Sebab pekerjaan yang dilakukan secara sukarela oleh karyawan akan menghasilkan kepedulian yang lebih besar dibanding kalau pimpinan sering memperlihatkan kekuasaan dan kewenangannya.

4. Fungsi Integratif

Setiap organisasi berusaha menyediakan saluran yang memungkinkan karyawan dapat dilaksanakan tugas dan pekerjaan dengan baik.  Ada dua saluran komunikasi formal seperti penerbitan khusus dalam organisasi tersebut (newsletter, buletin) dan laporan kemajuan oraganisasi; juga saluran komunikasi informal seperti perbincangan antarpribadi selama masa istirahat kerja, pertandingan olahraga ataupun kegiatan darmawisata.  Pelaksanaan aktivitas ini akan menumbuhkan keinginan untuk berpartisipasi yang lebih besar dalam diri karyawan terhadap organisasi.

Bentuk komunikasi timbul dengan berbagai maksud,yang meliputi:
1.pemuasan kebutuhan manusiawi,seperti kebutuhan untuk berhubungan dengan orang lain
2.perlawanan terhadap pengaruh yang menonton atau membosankanmpengaruhi perilaku orang lain
4.pelayanan sebagai sumber informasi hubungan pekerjaan yang tidak disediakan slauran komunikasi.
Tipe komunaksi informal yang paling terkenal adalah grapevine(mendengar sesuatu bukan dari sumber resmi,tetapi dari desus kabar atau slentingan.Sistem komunikasi ini cenderung dianggap merusak dan merugikan ,Karena tidak jarang terjadi penyebaran informasinya tidak tepat,tidak lengkap dan menyimpang.
Hambatan-hambatan terhadap komunikasi efektif
Komunikasi adalah vital,tetapi komunikasi sering tidak efektif dengan adanya kekuatan –kekuatan dari luar yang menghambatnya.
Hambatan tersebut adalah sebagai berikut:
1.Hambatan-hambatan organisasional
   Hambatan ini ada 2 yaitu
     1.Tingkatan hirarki
          Bila suatu organisasitumbuh, strukturnya berkembang ,akan menimbulkan berbagai masalah komunikasi .Karena berita harus melalui tingkatan tambahan,yang memerlukan waktu yang lebih lama untuk  mencapai tujuan dan cenderun g menjadi berkurang kecepatannya.
    2.Wewenang manejerial
        Tanpa wewenang untuk membuat keputusan tidak mungkin manajer dapat mencapai tujuan dengan efektif .Tetapi dilain pihak ,ada kenyataannya bahwa seseorang yang menegndalikan orang lain juga menimbulkan hambatan terhadap komunikasi.
2.Hambatan –hambatan anatr pribadi
    Manejer masih perlu memperhatikan hambatan antar pribadi yaitu:


#.Persepsi selektif
   persepsi adalah suatu proses yang menyeluruh dengan mana seseorang menseleksi,mengorganisasikan dan mengartikan segala sesuatu di lingkungannya.Manajer perlu memperhatikan tia aspek sehubungan dengan persepsi selektif:
1.penerima akan menginterprestasikan berita berdasrkan pengalaman diri dan bagaimana mereka telah belajar untuk menanggapi sesuatu
2.penerima akan menginterprestasikan berita dengan cara menolak setiap perubahan dalam struktur kepribadian yang kuat
3.penerima akan cenderung mengelompokkan dan menyimpan karakteristik pengalam mereka sehingga mereka membuat pola-pola menyeluruh
#Status komunikator
   Hambatan komunikasi lainnya adalah cenderung untuk menilai ,mempertimbangkan dan membentuk pendapat atas dasar karakteristik pengiriman terutama kredibilitasnya .Kredibilitasnnya didasarkan pada keahlian seseorang dalam bidang yang sedang dikomunikasikan dan tingkat kepercayaan seseorang bahwa orang tersebut akan mengkomunikasikan kebenaran.
#.Keadaan membela diri
   Perasaan pembelaaan diri pada pengirim ,penerima berita atau keduanya juga menimbulkan hambatan –hambatan komunikasi .Keadaan membela diri seseorang mengakibatkan ekspresi wajah seseorang ,gerakan tubuh dan pembicaraan tertentu,dan sebaliknya meningkatkan tingkat pembelaan dipihak lain.jadi,akan timbul reaksi detentif.Keadaan ni membuat pendengar lebih berkonstrasi pada apa yang akan dikatakan dan bukan apa yang sedang didengar.
#.Pendengaran lemah
   Manajer perlu belajar untuk mendengar secara efektif agar mampu mengatasi hambatan ini.Berbagai kebiasaan sehubungan dengan pendengaran lemah meliputi: mendengar hanya permukaaan saja, dengan sedikit perhatian pada apa yang sedang dikatakan ,memberikan pengaruh ,melalui baik perkataan atau tanda-tanda,menunjukkan tanda-tanda kejengkelan atau kebosanan terhadap bahan pembicaradan mendengar dengan tidak efektif.
#Ketidak tepatan pengggunaan bahasa
  Salah satau kesalahan terbesar yang dibuat komunikasi adalah anggapan bahwa pengertian terletak dalam kata-kata yang digunakan.Sebagai contoh:perintah manajer ntuk mengerjakan secepat mungkin bias berarti satu hari ,atau satu minggu.Disamping itu, bahasa-bahas non verbal yang tidak konsisten,seperti nada suara,ekspresi wajah dan sebagainya dpat menghambat kmunikasi.

PENINGKATAN EFEKTIVITAS KOMUNIKASI
  Berbagai penyebab timbulnya masalah-masalh komunikasi dan betapa sulitnya mencapai komunikasi efektif,dengan itu maka manajer perlu meningkatkan efektivitas komunikasi dan cara –cara untuk mengatasi kesulitan –kesulitan yaitu:
1.Kesadaran akan kebutuhan komunaksi efektif
   Karena berbagai hambatan organisasional dan antar pribadi ,komunikasi efektif tidak dapat dibiarkan terjadi begitu saja .Mnajer haus memainkan peranan penting dalam proses komunikasi ,dimana hanya dengan cara itu kemudian dapat diambil langkah-langkah untuk meningkatkan efektivitas komunikasi.
2.Penggunaan umpan balik
   Peralatan penting pengembangan komunikasi lainnya adalh penggunaan umpan balik berita-berita dikirim .Komunikasi dua arah ini memungkinkan proses komunikasi berjalan efektif.Para manajer dapat melakukan paling sedikit dua hal untuk mendorong hal umpan balik dan menggunakan secar efektif.Majaner dapat menciptakan lingkungan yang mendorong umpan balik dan mendaptkan umpan balik melalui kegiatan mereka sendiri.Dilain pihak,para manajer perlu secara aktif mencari umpan balik.Manejemen partisipatif dan komunikasi tatap muka merupakan cara-cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan efektivitas komunikasi melalui penggunaan umpan balik.
3.Menjadi komunikator yang lebih efektif
   Salah satu peralatan yang digunakan secara efektif oleh para psikolog ,pembimbing,dan orang-orang yang profesinya memerlukan pemahaman yang mendalam tentang klien mereka ,yaitu active listening ,dapat dipergunakan untuk mengembangkan dimensi baru ketrempalinan manajemen para manajer.Prinsip dasar peralatan inilah penggunaan pernyataan balik oleh pendengar.Bagaimanapun juga,posisikunci para manajer dalam proses komunikasi ,membuat kebutuhan mendesak bagi pengembangan diri untuk menjadi komuniaktor yang lebih efektif.
4.Pedoman komunikasi yang baik
   American Management Associatin (AMA) telah menyusun sejumlah prinsip-prinsip komunikasi yang disebut sepuluh pedoman  komunikasi yang baik(the ten commandment of good communication).Pedoman ini disusun untuk meningkatkan efektivitas komunikasi organinasasi ,yang secar ringkas adalah sebagai berikut:
1.Cari kejelasan gagasan-gagasan tersebut dahulu sebelum dikomunikasikan
2.Teliti tujuan sebenarnya setiap komunikasi
3.Pertimbangkan keadaan phisik dan manusia keseluruhan kapan saja komunikasi akan dilakukan
4.Konsultasikan dengan pihak –pihak lain,bila perlu,dalam perencanaan komunikasi.
5.Perhatikan tekanan nada dan ekspresi lainnya sesuai isi dasar berita selama berkomunikasi
6.Ambil kesempatan ,bila timbul,untuk mendapatkan segala sesuatu yang menbantu atau umpan balik
7.Ikutilah lebih lanjut komunikasi yang telah dilakukan
8.Perhatikan konsistennya komunikasi
9.Tindakan atau perbuata harus mendorong komunikasi
10.Jadilah pendengar yang baik,berkomunikasi tidak hanya untuk dimengerti tetapi untuk mengerti.

Jumat, 14 November 2014

Accounting Information System


Pengendalian Intern dengan Kerangka Coso
     Pengendalian internal merupakan kunci utama organisasi dalam mencapai tujuanya. Kasus terjadinya kecurangan pada sejumlah perusahaan dan organisasi lainnya merupakan hasil dari lemahnya sistem pengendalian internal. Sistem pengendalian internal juga merupakan kunci bagaimana organisasi menjadi dirinya dari hal-hal yang tidak diinginkan termasuk dari stafnya sendiri. Sistem penengendalian intern yang baik harus memiliki bagian organisasi yang kuat yang mampu menjaga dan melindungi kegiatan perusahaan dari berbagai kecurangan agar perusahaan dapar berjalan dengan lancar sesuai jalur yang sudah ditentukan oleh sistemnya sendiri yakni dengan menerapkan lima komponen kerangka kerja menurut COSO.

  COSO merupakan inisiatif bersama dari lima organisasi profesional sektor swasta yaitu :
  1. American Accounting Association
  2. American Institute of CPAs (AICPA)
  3. Financial Executives International
  4. The Association of Accountants and Financial Professionals in Business
  5. The Institute of International Auditors
COSO mendedikasikan untuk menyediakan kepemimpinan pemikiran melalui pengembangan kerangka kerja dan pedoman manajemen risiko perusahaan,pengendalian internal dan pencegahan penipuan dan berdiri pada tahun 1985.

gambar: internal control
Menurut COSO  framework, internal control terdiri dari lima komponen yang saling terkait yaitu:
  1.  Lingkungan pengendalian (control environment). Lingkungan pengendalian menetapkan corak suatu organisasi, mempengaruhi kesadaran pengendalian orang-orangnya. Lingkungan pengendalian merupakan dasar untuk semua komponen pengendalian intern, menyediakan disiplin dan struktur. Lingkungan pengendalian menyediakan arahan bagi organisasi dan mempengaruhi kesadaran pengendalian dariorang-orang yang ada di dalam organisasi tersebut. Beberapa faktor yang berpengaruh di dalam lingkungan pengendalian antara lain integritas dan nilai etik, komitmen terhadap kompetensi, dewan direksi dan komite audit, gaya manajemen dan gaya operasi, struktur organisasi, pemberian wewenang dan tanggung jawab, praktik dan kebijakan SDM. Auditor harus memperoleh pengetahuan memadai tentang lingkungan pengendalian untuk memahami sikap, kesadran, dan tindakan manajemen, dan dewan komisaris terhadap lingkungan pengendalian intern, denagn mempertimbangkan baik substansi pengendalian maupun dampaknya secara kolektif. 
  2.      
  3.  Penaksiran resiko (risk assesment). Penaksiran risiko adalah identifikasi entitas dan analisis terhadap rsiko yang relevan untuk mencapai tujuannya, membnetuk suatu dasar untuk menentukan bagaimana risiko harus dikelola. Penentuan risiko tujuan laporan keuangan adalah identifikasi organisasi, analisis, dan manajemen resiko yang berkaitan dengan pembuatan laporan keuangan yang disajikan sesuai dengan PABU. Manajemen risiko menganalisis hubungan risiko asersi spesifik laporan keuangan dengan aktivitas seperti pencatatan, pemrosesan, pengiktisaran, dan pelaporan data-data keuangan. Resiko yang relevan dengan melaporkan keuangan mencakup peristiwa dan keadaan intern maupun ekstern yang dapat terjadi dan secara negatif mempengaruhi kemampuan entitas untuk mencatat, mengolah, meringkas, dan melaporkan data keuangan konsisten dengan asersi manajemen dalam laporan keuangan. Risiko dapat timbul atau berubah karena berbagai keadaan, antara lain perubahan dalam lingkungan operasi, personel baru, sistem informasi yang baru atau yang diperbaiki, teknologi baru, lini produk, produk atau aktivitas baru, restrukturisasi korporasi, operasi luar negri, dan standar akuntansi baru.
  4. Aktivitas pengendalian (control activities). Aktivitas pengendalian adalah kebijakan dan prosedur yang membantu menjamin bahwa arahan manajemen dilaksanakan. Aktivitas tersebut membantu memastikan bahwa tindakan yang diperlukan untuk menanggulangi risiko dalam pencapaian tujuan entitas. Aktivitas pengendalian memiliki berbagai tujuan dan diterapkan di berbagai tingkat organisasi dan fungsi. Umumnya aktivitas pengendalian yang mungkin relevan dengan audit dapat digolongkan sebagai kebijakan dan prosedur yang berkaitan dengan review terhadap kinerja, pengolahan informasi, pengendalian fisik, dan pemisahan tugas.              
  5. Informasi dan komunikasi (informasi and communication). Informasi dan komunikasi adalah pengidentifikasian, penangkapan, dan pertukaran informasi dalam suatu bentuk dan waktu yang memungkinkan orang melaksanakan tanggung jawab mereka. Sistem informasi yang relevan dalam pelaporan keuangan yang meliputi sistem akuntansi yang berisi metode untuk mengidentifikasikan, menggabungkan, menganalisa, mengklasifikasi, mencatat, dan melaporkan transaksi serta menjaga akuntabilitas asset dan kewajiban. Komunikasi meliputi penyediaan deskripsi tugas individu dan tanggung jawab berkaitan dengan struktur pengendalian intern dalam pelaporan keuangan. Auditor harus memperoleh pengetahuan memadai tentang sistem informasi yang relevan dengan pelaporan keuangan untuk memahami : golongan transaksi dalam operasi entitas yang signifikan bagi laporan keuangan, bagaimana transaksi tersebut dimulai, catatan akuntansi, informasi pendukung, dan akun tertentu dalam laporan keuangan yang tercakup dalam pengolahan dan pelaporan transaksi, pengolahan akuntansi yang dicakup sejak saat transaksi dimulai sampai dengan dimaksudkan ke dalam laporan keuangan, termasuk alat elektronik yang digunakan untuk mengirim, memproses, memelihara, dan mengakses informasi. 
  6. Pemantauan (monitoring). Pemantauan adalah proses yang menetukan kualitas kinerja pengendalian intern sepanjang waktu. Pemantauan mencakup penentuan desain dan operasi pengendalian tepat waktu dan pengambilan tindakan koreksi. Proses ini dilaksanakan melalui kegiatan yang berlangsung secara terus menerus, evaluasi secara terpisah, atau dengan berbagai kombinasi dari keduanya. Di berbagai entitas, auditor intern atau personel yang melakukan pekerjaan serupa memberikan kontribusi dalm memantau aktivitas entitas. Aktivitas pemantauan dapat mencakup penggunaan informasi dan  komunikasi dengan pihak lura seperti keluhan pelanggan dan respon dari badan pengatur yang dapat memberikan petunjuk tentang masalah atau bidang yang memerlukan  perbaikan. Komponen pengendalian intern tersebut berlaku dalam audit setiap entitas. Komponen tersebut harus di pertimbangkan dalam hubungannya dengan ukuran entitas, karakteristik kepemilikan dan  organisasi entitas, sifat bisnis entitas, keberagaman dan kompleksitas operasi entitas, metode yang digunakan oleh entitas untuk mengirimkan, mengolah, memelihara, dan mengakses informasi, serta penerapan persyaratan hukum dan peraturan.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           Kelima komponen IC di atas memliki hubungan yang erat satu sama lain. Larry F Konrath (1999) menggambarkan kelima komponen tersebut bagaikan sebuah bangunan rumah dimana lingkungan pengendalian menjadi pondasinya. Penilaian risiko, aktivitas pengendalian dan informasi dalam komunikasi menjadi pilar-pilarnya. Sedangkan monitoring menjadi atapnya. Denagn demiakian, sebuah IC akan berjalan secar efektif jika kelima unsur tersebut terbangun dengan baik dan beroperasi sesuai proporsinya masing- masing.
 Tujuan utama Enterprise Risk Manajemen (ERM) adalah untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan di seluruh organisasi. ERM pelaksana dapat tampak seperti yugas yang menakutkan tetapi ketika satu mendapatkan pemahaman tentang apa itu, dan kemudian menjadi lebih mudah untuk memahami bagaimana hal itu dapt di implementasikan.
Perubahan versi COSO :

Sedangkan internal kontrpl menurut ACPAI (american institut public accountant) pada tahun 1949 yaitu: pengendalian intern meliputi struktur organisasi dan semua cara atau alat yang dikoordinasikan yang digunakan dalam perusahaan dengan tujuan untuk menjaga asset perusahaan, memeriksa/meneliti, meningkatkan efesiensi di dalam operasi perusahaan dan membantu menjaga dipatuhi kebijakan manajemen yang telah ditetapkan terlebih dahulu.

Kelebihan sistem pengendalian intern menurut COSO:

  1. Pengendalian internal dapat membantu suatu entitas mencapi kinerja atau profitabilitas target dan mencegah hilanngnya sumber daya.
  2. Dapat membantu memastikan pelaporan keuangan yang dapat diandalkan.
  3. Dapat membantu memastikan bahwa perushaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
  4. Menghindari kerusakan reputasi dan lainnya.


 Kelemahan sistem pengendalian intern menurut COSO :

    Pengendalian internal dapat memastikan keberhasilan entitas yaitu ia akan memastikan tercapinya dasar tujuan bisnis atau setidaknya menjamin kelangsungan hidup. Pengendalian internal yang efektif hanya membantu entitas mencapi tujuan tersebut. Hal ini dapt memberikan manajemen informasi tentang kemajuan entitas atau kurang dari itu terhadap prestasi mereka. Tapi penegndalian internal tidak dapat mengubah manajer inheren buruk menjadi baik, dan pergeseran kebijakan atau program pemrintah, tindakan pesaing atau kondisi ekonomi dapt melampaui control manajemen. Kontrol internal tidak dapat menjamin keberhasilan atau bahkan bertahan hidup. 

Semoga bermanfaat...
C1C013006
Dewi Sartika Nadeak