Jumat, 22 Mei 2015

Laporan Arus Kas
Teori Laporan arus kas
Menurut Kieso,Weygandt,dan Warfield Laporan Arus Kas adalah laporan yang memberikan informasi tentang penerimaan kas dan pengeluaran kas entitas selama suatu entitas. Laporan arus kas (statement of cash flow) merupakan penyajian laporan arus kas dari suatu entitas yang menjelaskan perubahan kas dan setara kas dan setara kas yang berasal dari aktivitas operasi (operating activities), investasi (investing activities) dan pendanaan (fianancing activities) pada suatu periode tertentu.
Informasi tentang arus kas suatu perusahaan berguna bagi para pemakai laporan keuangan sebagai dasar untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara dengan kas. Menurut pendukung cash flow accounting, accrual basis accounting sangat didominasi oleh alokasi terutama dalam melakukan matching concept. Beberapa keuntungan cash flow accounting disbanding conventional accounting adalah (Lee,T.A.,1981) adalah sebagai berikut :
                  1.            Dapat memberikan kerangka kerja untuk menghubungkan prestasi masa lalu, saat sekarang dan masa yang akan datang.
                  2.            Menurut kaca mata investor, proyeksi arus kas akan menggambarkan kemampuan perusahaan untuk membayar dan menggambarkan pperencanaan kebijakan keungannya.
                  3.            Nilai discounted flow ratio lebih dipercaya untuk menjadi indikator investasi dari pada rasio laba dengan harga sekarang disebabkan sistem alokasi yang dilakukan dalm menghitung laba seperti dalam accrual basis accounting.
                  4.            Akuntansi arus kas dapat digunakan untuk memperbaiki gap antara bagaimana investasi dilakukan yang biasanya dengan dasar kas dengan bagaimana hasil suatu investasi dinilai.

Govindaran V (1980) menilai bahwa dari seluruh sistem pelaporan keuangan yang ada, cash flow accounting merupakan salah sistem yang lebih objektif dan mudah dimengerti. Laporan ini mencoba menyatakan fakta dalam indikator akuntansi keuangan tanpa harus ada taksiran atau pertimbangan subjektif dari akuntan pada suatu periode.

Tujuan Laporan Arus Kas
Tujuan utama laporan arus kas adalah menyediakan informasi yang relevan mengenai penarimaan dan pembayaran kas sebuah perusahaan selama suatu periode. Laporan ini membantu para investor, kreditor dan pemakai lainnya untuk :
                    1.            Menilai kemampuan perusahaan untuk memasukkan kas dimasa yang akan datang,
                    2.            Menilai kemampuan perushaan untuk memenuhi kewajiban membayar dividend an keperluan dana untuk kegiatan ekstern
                    3.            Menilai alasan-alasan perbedaan antara laba bersih dan dikaitkan dengan penerimaan dan pengeluaran kas.
                    4.            Menilai pengaruh investasi baik kas maupun bukan kas dan transaksi keungan lainnya terhadap posisi keuangan perusahaan selama satu periode tertentu.

Untuk meraih tujuan tersebut laporan arus kas melaporkan:
                  1.            Kas yang mempengaruhi operasi selama satu periode
                  2.            Transaksi investasi
                  3.            Transaksi pembiayaan
                  4.            Kenaikan atau penuruan bersih kas selama satu periode.

Manfaat Laporan Arus Kas
                  1.            Kemampuan entitas untuk menghasiilkan arus kas dimasa depan
                  2.            Kemampuan entitas untuk membayar dividend an memenuhi kewajibannya
                  3.            Penyebab perbedaan antara laba bersih dan arus kas bersih dari kegiatan operasi
                  4.            Transaksi investasi dari pembiayaan yang melibatkan kas dan non kas selama suatu periode.

Pengelompokan Arus kas atau Kategori Arus Kas
Dalam laporan arus kas, penerimaan dan pengeluaran diklasifikasikan menjadi tiga kategori utama :
      1.            Aktivitas Operasi
Aktivitas operasi adalah jumlah arus kas yang berasal dari aktivitas operasi merupakan indikator yang menetukan apakah operasi perusahaan dapat menghasilkan arus kas yang cukup untuk melunasi pinjaman, memlihara kemampuan operasi perusahaan, membayar dividen, dan melakukan investasi baru tanpa mengandalkan sumber pendanaan dari luar.
Menurut standar akuntansi keuangan (2007) arus kas dari operasi:
·         Penerimaan kas yang berasal dari penjualan barang dan jasa
·         Penerimaan kas dari royalty, fee, komisis dan pendapatan lain
·         Pembayaran kasa kepada pemasok barang dan jasa
·         Pembayaran kas kepada karyawan
·         Penerimaan dan pembayaran kas oleh perusahaan asuransi sehubungan dengan premi, klaim, anuitas dan manfaaat asuransi lainnya
·         Pembayaran kas atau penerimaan kembali (restitusi) pajak penghasilan
·         Pembayaran dan penerimaan kas dari kontak yang diadakan untuk tujuan transaksi usaha perdagangan.

Arus Kas dari aktivitas operasi merupakan indikator yang menentukan apakah dari operasinya perusahaan dapat menghasilkan kas yang dapat digunakan untuk melunasi pinjaman, memelihara kemampuan operasi perusahaan, membayar deviden dan melakukan investasi baru tanpa mengandalkan sumber pendanaan dari luar. Sehingga arus kas aktivitas operasi dapat menjadi sinyal bagi investor mengenai kondisi perusahaan. Arus kas operasi dapat digunakan sebagai indikator untuk menilaii apakah dari aktivitas operasinya perusahaan dapat menghasilkan kas yang cukup untuk melunasi pinjaman, membayar deviden dan melakukan investasi baru sehingga dapat digunakan untuk menghasilkan tingkat pengembalian kepada pemgang saham. Hal ini menunjukkan arus kas operasi dapat meningkatkan harga dan return saham.

      2.            Aktivitas Investasi
Arus Kas Investasi merupakan arus kas yang mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas sehubungan dengan sumber daya yang bertujuan untuk menghasilkkan pendapatan dan arus kas masa depan dan melibatkan aset jangka panjang. Menurut Standar Akuntansi Keuangan (2007) Arus Kas Investasi (Investing Activities) meliputi aktivitas pemberian dan penagihan pinjaman, serta perolehan dan pelepasan invetasi (baik utang maupun ekuitas) serta properti, pabrik dan peralatan. Arus kas yang berasal dari (digunakan untuk) aktivitas investasi adalah arus kas yang disebabkan oleh adanya perolehan dari penjualan surat-surat berharga bukan ekuivalen kas, asset produktif jangka panjang. Aktivitas investasi adalah perputaran dana atau kas yang berasal dari segala macam bentuk investasi melalui penyertaan modal.

      3.            Aktivitas pendanaan/ pembiayaan
Aktivitas pendanaan adalah perputaran kas yang berasal dari pemberian pinjaman atau kredit modal kerja yang berasal dari lembaga keuangan, baik bank maupun non bank, sebagai bentuk fasilitas kredit yang diterima perusahaan. Arus kas pendanaan meliputi pos pos kewajiban dan ekuitas pemilik. Menurut Standar Akuntansi Keuangan (2007) arus kas pendanaan meliputi :
·         Penerimaan kas dari emisi saham atau instrument modal lainnya.
·         Pembayaran kas kepada para pemegang saham untuk menarik atau menebus saham perusahaan
·         Penerimaan kas dari emisi obligasi, pinjaman, wesel, hipotek, dan pinjaman lainnya.
·         Pembayaran kas oleh penyewa guna usaha (lese) untuk mengurangi saldo kewajiban yang berkaitan dengan sewa guna usaha pembiayaan.


Pembuatan laporan arus kas
Informasi untuk membuat laporan arus kas biasanya berasal dari (1) neraca komparatif, (2) laporan laba rugi periode berjalan, dan (3) data transaksi terpilih.
Pembuatan laporan arus kas dari sumber-sumber ini melibatkan langkah-langkah berikut :
1.      Penentuan kas yang disediakan oleh aktivitas atau digunakan dalam operasi
2.      Penentuan kas yang disediakan oleh atau digunakan dalam aktivitas investasi dan pembiayaan
3.      Penentuan perubahan (kenaikan atau penurunan) kas selama periode berjalan
4.      Rekonsiliasi perubahan kas dengan saldo kas awal dan saldo kas akhir.


Metode Penyususan Laporan Arus Kas
Ada dua bentuk dalam menyajikan laporan arus kas, yaitu sebgai berikut :
1.      Direct Method ( Metode Langsung)
Dalam metode ini pelaporan arus kas dilakukan dengan cara melaporkan kelompok-kelompok penerimaan kas dan pengeluaran kas dari kegiatan operasi secara lengkap (gross) dan baru dilanjutkan dengan kegiatan investasi dan pembiayaan. Keunggulan utama dari metode langsung ini adalah bahwa metode ini melaporkan sumber dan penggunaan kas dalam laporan arus kas. Kelemahan utamanya adalah bahwa data yang dibutuhkan seringkali tidak mudah di dapat dan biaya pengumpulannya umumnya mahal. Metode Langsung menggolongkan berbagai kategori utama dari kegiatan operasi. Metode langsung lebih mudah untuk dimengerti, dan memberikan informasi yang lebih banyak untuk mengambil keputusan.

2.      Indirect Method ( Metode tidak Langsung )
Dalam metode ini net income disesuaikan (reconcicle) dengan menghilangkan:

·         Pengaruh transaksi yang masih belum di realisasi (defferal) dari arus kas masuk dan keluar dari transaksi yang lalu seperti perubahan jumlah persediaan defferal income, arus kas masuk dan keluar dari transaksi yang accured seperti piutang dan utang.
·         Pengaruh perkiraan yang terdapat dalam kelompok investasi dan pembiayaan yang tidak mempengaruhi kas seperti : penyusutan, amortisasi, laba rugi dari penjualan aktiva tetap dan dari operasi yang dihentikan (yang berkaitan dengan kegiatan investasi), laba rugi pembatalan utang (transaksi pembagian)

   Keunggulan dalam metode ini adalah memusatkan pada perbedaan antara laba bersih dan arus kas dari aktivitas operasi. Dalam hal ini, metode tersebut menunjukan hubungan antara laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas. Karena datanya dapat tersedia dengan segera, maka metode ini lebih murah dibandingkan dengan metode langsung. Penyusunan laporan arus kas dengan menggunakan metode ini diawali dengan laba bersih dan menyesuaikan laba bersih tersebut sehingga diperoleh arus kas dari aktivitas operasi.

Kedua metode tersebut mendatangkan jumlah sub-total yang sama untuk kegiatan operasi, kegiatan investasi, kegiatan pendanaan dan aruskas bersih selama periode tertentu. Metode tersebut berbeda hanya dalam cara menunjukkan arus kas dari kegiatan operasi.

Perbedaan utama dari dua metode penyusunan laporan arus kas adalah:
1)      Metode lansung.
ü  Laporan cash flow disusun dari buku kas/bank
ü  Karena diisusun berdasarkan buku kas, pada saat pencatatan setiap transaksi kas, harus langsung digolongkan dalam ketiga jenis aktivitas. Tujuannya untuk mempermudah penyusunan.

2)      Metode tidak langsung
ü  Laporan cash flow disusun dari laporan keuangan  (neraca dan laba/rugi).
ü  Tidak diperlukan penggolongan settiap transaksi kas. Pengelompokan aktivitas transaksi disusun berdasarkan akun/rekening dalam laporan keuangan.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar