Laporan
Arus Kas
Teori
Laporan arus kas
Menurut
Kieso,Weygandt,dan Warfield Laporan Arus Kas adalah laporan yang memberikan
informasi tentang penerimaan kas dan pengeluaran kas entitas selama suatu
entitas. Laporan arus kas (statement of cash flow) merupakan penyajian
laporan arus kas dari suatu entitas yang menjelaskan perubahan
kas dan setara kas dan setara kas yang berasal dari aktivitas operasi (operating
activities), investasi (investing activities) dan pendanaan (fianancing
activities) pada suatu periode tertentu.
Informasi tentang arus kas suatu
perusahaan berguna bagi para pemakai laporan keuangan sebagai dasar untuk
menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara dengan kas.
Menurut pendukung cash flow accounting, accrual basis accounting sangat
didominasi oleh alokasi terutama dalam melakukan matching concept. Beberapa
keuntungan cash flow accounting disbanding conventional accounting adalah
(Lee,T.A.,1981) adalah sebagai berikut :
1.
Dapat memberikan kerangka kerja untuk
menghubungkan prestasi masa lalu, saat sekarang dan masa yang akan datang.
2.
Menurut kaca mata investor, proyeksi
arus kas akan menggambarkan kemampuan perusahaan untuk membayar dan
menggambarkan pperencanaan kebijakan keungannya.
3.
Nilai discounted flow ratio lebih dipercaya
untuk menjadi indikator investasi dari pada rasio laba dengan harga sekarang
disebabkan sistem alokasi yang dilakukan dalm menghitung laba seperti dalam
accrual basis accounting.
4.
Akuntansi arus kas dapat digunakan
untuk memperbaiki gap antara bagaimana investasi dilakukan yang biasanya dengan
dasar kas dengan bagaimana hasil suatu investasi dinilai.
Govindaran
V (1980) menilai bahwa dari seluruh sistem pelaporan keuangan yang ada, cash
flow accounting merupakan salah sistem yang lebih objektif dan mudah
dimengerti. Laporan ini mencoba menyatakan fakta dalam indikator akuntansi
keuangan tanpa harus ada taksiran atau pertimbangan subjektif dari akuntan pada
suatu periode.
Tujuan Laporan Arus Kas
Tujuan
utama laporan arus kas adalah menyediakan informasi yang relevan mengenai
penarimaan dan pembayaran kas sebuah perusahaan selama suatu periode. Laporan
ini membantu para investor, kreditor dan pemakai lainnya untuk :
1.
Menilai kemampuan perusahaan untuk
memasukkan kas dimasa yang akan datang,
2.
Menilai kemampuan perushaan untuk
memenuhi kewajiban membayar dividend an keperluan dana untuk kegiatan ekstern
3.
Menilai alasan-alasan perbedaan antara
laba bersih dan dikaitkan dengan penerimaan dan pengeluaran kas.
4.
Menilai pengaruh investasi baik kas
maupun bukan kas dan transaksi keungan lainnya terhadap posisi keuangan
perusahaan selama satu periode tertentu.
Untuk meraih tujuan tersebut laporan
arus kas melaporkan:
1.
Kas yang mempengaruhi operasi selama
satu periode
2.
Transaksi investasi
3.
Transaksi pembiayaan
4.
Kenaikan atau penuruan bersih kas
selama satu periode.
Manfaat Laporan Arus Kas
1.
Kemampuan entitas untuk menghasiilkan arus
kas dimasa depan
2.
Kemampuan entitas untuk membayar
dividend an memenuhi kewajibannya
3.
Penyebab perbedaan antara laba bersih
dan arus kas bersih dari kegiatan operasi
4.
Transaksi investasi dari pembiayaan
yang melibatkan kas dan non kas selama suatu periode.
Pengelompokan Arus kas atau Kategori Arus Kas
Dalam
laporan arus kas, penerimaan dan pengeluaran diklasifikasikan menjadi tiga
kategori utama :
1.
Aktivitas Operasi
Aktivitas operasi adalah jumlah arus
kas yang berasal dari aktivitas operasi merupakan indikator yang menetukan
apakah operasi perusahaan dapat menghasilkan arus kas yang cukup untuk melunasi
pinjaman, memlihara kemampuan operasi perusahaan, membayar dividen, dan
melakukan investasi baru tanpa mengandalkan sumber pendanaan dari luar.
Menurut standar akuntansi keuangan
(2007) arus kas dari operasi:
·
Penerimaan kas yang berasal dari
penjualan barang dan jasa
·
Penerimaan kas dari royalty, fee,
komisis dan pendapatan lain
·
Pembayaran kasa kepada pemasok barang
dan jasa
·
Pembayaran kas kepada karyawan
·
Penerimaan dan pembayaran kas oleh
perusahaan asuransi sehubungan dengan premi, klaim, anuitas dan manfaaat
asuransi lainnya
·
Pembayaran kas atau penerimaan kembali
(restitusi) pajak penghasilan
·
Pembayaran dan penerimaan kas dari
kontak yang diadakan untuk tujuan transaksi usaha perdagangan.
Arus Kas dari
aktivitas operasi merupakan indikator yang menentukan apakah dari operasinya
perusahaan dapat menghasilkan kas yang dapat digunakan untuk melunasi pinjaman,
memelihara kemampuan operasi perusahaan, membayar deviden dan melakukan
investasi baru tanpa mengandalkan sumber pendanaan dari luar. Sehingga arus kas
aktivitas operasi dapat menjadi sinyal bagi investor mengenai kondisi
perusahaan. Arus kas operasi dapat digunakan sebagai indikator untuk menilaii
apakah dari aktivitas operasinya perusahaan dapat menghasilkan kas yang cukup untuk
melunasi pinjaman, membayar deviden dan melakukan investasi baru sehingga dapat
digunakan untuk menghasilkan tingkat pengembalian kepada pemgang saham. Hal ini
menunjukkan arus kas operasi dapat meningkatkan harga dan return saham.
2.
Aktivitas Investasi
Arus Kas Investasi merupakan arus kas
yang mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas sehubungan dengan sumber daya
yang bertujuan untuk menghasilkkan pendapatan dan arus kas masa depan dan
melibatkan aset jangka panjang. Menurut Standar Akuntansi Keuangan (2007) Arus
Kas Investasi (Investing
Activities) meliputi aktivitas pemberian dan
penagihan pinjaman, serta perolehan dan pelepasan invetasi (baik utang maupun
ekuitas) serta properti, pabrik dan peralatan. Arus kas yang berasal dari
(digunakan untuk) aktivitas investasi adalah arus kas yang disebabkan oleh
adanya perolehan dari penjualan surat-surat berharga bukan ekuivalen kas, asset
produktif jangka panjang. Aktivitas investasi adalah perputaran dana atau kas
yang berasal dari segala macam bentuk investasi melalui penyertaan modal.
3.
Aktivitas pendanaan/ pembiayaan
Aktivitas pendanaan adalah perputaran
kas yang berasal dari pemberian pinjaman atau kredit modal kerja yang berasal
dari lembaga keuangan, baik bank maupun non bank, sebagai bentuk fasilitas
kredit yang diterima perusahaan. Arus kas pendanaan meliputi pos pos kewajiban
dan ekuitas pemilik. Menurut Standar Akuntansi Keuangan (2007) arus kas
pendanaan meliputi :
·
Penerimaan kas dari emisi saham atau
instrument modal lainnya.
·
Pembayaran kas kepada para pemegang
saham untuk menarik atau menebus saham perusahaan
·
Penerimaan kas dari emisi obligasi,
pinjaman, wesel, hipotek, dan pinjaman lainnya.
·
Pembayaran kas oleh penyewa guna usaha
(lese) untuk mengurangi saldo kewajiban yang berkaitan dengan sewa guna usaha
pembiayaan.
Pembuatan laporan arus kas
Informasi
untuk membuat laporan arus kas biasanya berasal dari (1) neraca komparatif, (2)
laporan laba rugi periode berjalan, dan (3) data transaksi terpilih.
Pembuatan
laporan arus kas dari sumber-sumber ini melibatkan langkah-langkah berikut :
1.
Penentuan kas yang disediakan oleh
aktivitas atau digunakan dalam operasi
2.
Penentuan kas yang disediakan oleh atau
digunakan dalam aktivitas investasi dan pembiayaan
3.
Penentuan perubahan (kenaikan atau
penurunan) kas selama periode berjalan
4.
Rekonsiliasi perubahan kas dengan saldo
kas awal dan saldo kas akhir.
Metode Penyususan Laporan Arus Kas
Ada
dua bentuk dalam menyajikan laporan arus kas, yaitu sebgai berikut :
1.
Direct Method ( Metode Langsung)
Dalam metode ini pelaporan arus kas dilakukan dengan cara
melaporkan kelompok-kelompok penerimaan kas dan pengeluaran kas dari kegiatan
operasi secara lengkap (gross) dan baru dilanjutkan dengan kegiatan
investasi dan pembiayaan. Keunggulan utama dari metode langsung ini adalah
bahwa metode ini melaporkan sumber dan penggunaan kas dalam laporan arus kas.
Kelemahan utamanya adalah bahwa data yang dibutuhkan seringkali tidak mudah di
dapat dan biaya pengumpulannya umumnya mahal. Metode Langsung menggolongkan
berbagai kategori utama dari kegiatan operasi. Metode langsung lebih mudah
untuk dimengerti, dan memberikan informasi yang lebih banyak untuk mengambil
keputusan.
2.
Indirect
Method ( Metode tidak Langsung )
Dalam metode ini net income disesuaikan
(reconcicle) dengan menghilangkan:
·
Pengaruh transaksi yang masih belum
di realisasi (defferal) dari arus kas masuk dan keluar dari transaksi
yang lalu seperti perubahan jumlah persediaan defferal income, arus kas masuk
dan keluar dari transaksi yang accured seperti piutang dan utang.
·
Pengaruh perkiraan yang terdapat
dalam kelompok investasi dan pembiayaan yang tidak mempengaruhi kas seperti :
penyusutan, amortisasi, laba rugi dari penjualan aktiva tetap dan dari operasi
yang dihentikan (yang berkaitan dengan kegiatan investasi), laba rugi
pembatalan utang (transaksi pembagian)
Keunggulan dalam metode ini adalah
memusatkan pada perbedaan antara laba bersih dan arus kas dari aktivitas
operasi. Dalam hal ini, metode tersebut menunjukan hubungan antara laporan laba
rugi, neraca, dan laporan arus kas. Karena datanya dapat tersedia dengan
segera, maka metode ini lebih murah dibandingkan dengan metode langsung.
Penyusunan laporan arus kas dengan menggunakan metode ini diawali dengan laba
bersih dan menyesuaikan laba bersih tersebut sehingga diperoleh arus kas dari
aktivitas operasi.
Kedua metode
tersebut mendatangkan jumlah sub-total yang sama untuk kegiatan operasi,
kegiatan investasi, kegiatan pendanaan dan aruskas bersih selama periode
tertentu. Metode tersebut berbeda hanya dalam cara menunjukkan arus kas dari
kegiatan operasi.
Perbedaan utama
dari dua metode penyusunan laporan arus kas adalah:
1)
Metode lansung.
ü Laporan cash flow disusun dari buku
kas/bank
ü Karena diisusun berdasarkan buku kas, pada
saat pencatatan setiap transaksi kas, harus langsung digolongkan dalam ketiga
jenis aktivitas. Tujuannya untuk mempermudah penyusunan.
2)
Metode tidak
langsung
ü Laporan cash flow disusun dari laporan
keuangan (neraca dan laba/rugi).
ü Tidak diperlukan penggolongan settiap
transaksi kas. Pengelompokan aktivitas transaksi disusun berdasarkan
akun/rekening dalam laporan keuangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar